Showing posts with label Christmas. Show all posts
Showing posts with label Christmas. Show all posts

Sunday, 25 December 2011

Natal di Jalan Tambak

Setiap daerah merayakan natal dalam konteks masing-masing dan menurut keinginan masing-masing. Namun karakteristik perayaan Natal yang melekat pada masyarakat yaitu Natal biasanya diisi dengan kegembiraan “festive joy” dalam bentuk diskon, hadiah, pakaian baru, makanan lezat, BBQ, disco, resort, travel… (daftar yang panjang). Bagaimana orang-orang di Tanjungpinang merayakan Natal dan Tahun Baru? Biasanya orang-orang di Tanjungpinang akan membeli trompet yang terbuat dari kertas sambil mengelilingi kota Tanjungpinang dengan menggunakan sepeda motor. Bagi yang sudah mempunyai gandeng, ia akan membonceng atau dibonceng pacarnya dan bagi yang belum mempunyai pacar akan membonceng teman (atau sendiri) sambil mencari kesempatan untuk memperoleh seorang pacar demi mengisi hati yang kosong. Suasana Natal tidak terasa di jalan Tambak Tanjung Pinang karena tidak adanya dekorasi natal maupun musik natal. Yang tampak adalah orang-orang yang sibuk melintas, berbelanja dan nongkrong di warung-warung kopi.

Bagaimana dengan suasana natal pertama? Kaisar Agustus memerintah selama 41 tahun dari tahun 27 SM hingga 14 M. Nama sebenarnya adalah Gaius Octavius. Ia diangkat sebagai anak oleh Kaisar Julius sehingga ia memperoleh nama “kaisar” dari ayah angkatnya. Pemerintahannya ditandai dengan kedamaian dan keamanan – Pax Romana. Selama pemerintahannya dia merestorasi sebanyak 84 kuil di Roma. Tercatat 3 kali sensus yang dilakukan pemerintah Romawi sekitar masa pemerintahan Kaisar Agustus adalah masing-masing pada tahun 28 SM, 8 SM dan 14 SM.  Umumnya para ahli memprediksi kelahiran Yesus pada tahun 4 SM sehingga kemungkinan besar sensus yang disebut Lukas adalah sensus 8 SM. Hal ini tidak heran, sebab pasti membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga pelaksanaan sensus tersebut untuk mencapai Palestina.  Di zaman dulu, orang-orang belum bekerja dengan komputer dan tidak bepergian dengan kereta api atau pesawat sehingga tidak heran apabila pelaksanaan sensus bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.

Kelahiran Yesus bukanlah momen yang mudah bagi Maria dan Yusuf. Selain pergumulan psikologis, mereka juga harus melakukan perjalanan sejauh 80 mil ke Betlehem pada masa kehamilan 9 bulan oleh karena sensus penduduk yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Sebuah keputusan Kaisar Agustus berdampak besar pada seluruh penduduk di bawah pemerintahan Romawi. Pemerintah Romawi perlu melakukan operasi lilin untuk melindungi orang-orang yang mudik pada saat itu. Rata-rata tempat penginapan penuh mulai dari president room, suite room, deluxe room hingga standard room. Restoran-restoran dan warung-warung pun dipenuhi dengan keramaian. Di mana-mana terlihat penjual yang merebut pelanggan. Sebagian orang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi calo tiket, calo penginapan, penjual koran dan makanan kecil.

Sebuah keputusan, sebuah kebijakan, sebuah birokrasi, sebuah penemuan bisa berdampak besar pada kehidupan banyak orang atau bahkan masyarakat. Apa yang berdampak pada masyarakat zaman ini? Konsekuensi dari industrisasi? Ancaman nuklir? Kapitalisme? Konsumerisme? Kepribadian narsis? Peristiwa Natal menunjukkan kehadiran TUHAN di tengah-tengah hiruk pikuk manusia. Manusia sedang menangung kuk yang membebani hidupnya. Kedatangan TUHAN adalah untuk membebaskan manusia dari kuk dan gandar di bahu mereka (Yesaya 9.3).


Misteri natal yang paling sulit dimengerti adalah “TUHAN menjadi manusia” – seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai (Yes 9.3). Ketika orang-orang sibuk travel, berjualan, berbelanja, mengosongkan gudang, menimbun gudang, menetapkan undang-undang baru, TUHAN hadir di tengah-tengah manusia tanpa diperhatikan. Yang sangat menakjubkan adalah TUHAN hadir di tengah pemerintahan Kaisar Agustus yang luar biasa dengan kesederhanaan. TUHAN hadir di tengah penderitaan, kelelahan, ketegangan emosi dan berbagai pergumulan. Tidak banyak yang bisa memahami atau bersedia menerima keputusan TUHAN untuk hadir di tengah-tengah manusia. Walaupun bergumul dan sulit menerima tetapi Maria dan Yusuf tetap menerimanya dengan sukacita. Maria menyadari dirinya sebagai seorang hamba TUHAN dan bersedia mengikuti apa yang TUHAN kehendaki di dalam diri-Nya. Karya keselamatan bagi umat manusia.

Tuesday, 20 December 2011

THE LORD COMES IN MEEKNESS & HUMILITY



Christmas is a festive and joyful season for many characterized by holidays, travels, discounts, gifts, new clothing, delicious food, cocktail, BBQ, disco and you may continue the list. How do the people in Tanjungpinang celebrate Christmas? They usually travel abroad, exchanging gifts, do lots of shopping, going to resort for vacation, dating, playing with trumpets, riding motorbikes around the town, having champagne, karaoke etc. To some whom long to have a date will be very lonely if they have not found any intimate friendship. Well, they will prayerfully hope to find one to fill their lonely and empty heart.

How was the first Christmas like? Luke recorded the Caesar Augustus’ census. Caesar Augustus reigned the Roman empire from 27 B.C. to 14 A.D. for 41 years. He was the grandnephew of Julius Caesar. His real name was Gaius Octavius and was adopted as son by Julius Caesar. Consequently he took the name “Caesar” from Julius Caesar. His reign was marked by peace and security or also known as the Pax Romana. During his reign, he led lavish building projects as well as 84 temples restoration. Thus, he became the pontifex maximus (highest priest) in the state cult.

The first Christmas was not an easy moment for Mary and Joseph. They had to suffer psychologically and bearing social burdens. Who could easily believe a pregnant mother who was still a virgin? The gossip that could possibly spread was really hard to bear especially in a small town like Nazareth. Moreover, the 9 months pregnant mom had to travel for about 80 miles to Bethlehem. It was a busy moment for everyone. The Roman government might have to send their police forces on a mission called “candle operation” to protect the travelers. Most hotels and motels were fully booked. People were selling newspaper, candies, mineral water, wine, souvenirs, tickets, vouchers, food, fast food and other travel necessities. What a busy street!

Well, a decision, a policy, a bureaucracy, an invention will impact the life of many people and even a society. During the birth of Jesus, a king’s edict of censorship was impacting almost the entire population in the empire. What is impacting the society in this present age? Is it the consequence of industrialization? Nuclear threat? Capitalism? Consumerism? Or the narcissistic self? People benefit from the growth of economy and welfare and at the same time people also suffer from economic growth. Only by producing and selling things and services capitalism in its present form work, and the more it can produce, the more it can sell and that makes the progress and prosperity. The system is like a deadlock creating a dead end that someday, humanity is going to suffer its consequence. In other words, humanity is perpetually putting a burden or a yoke on their own shoulders. Technology advancement is providing effieciency and adds lots of joy, however, at the same time it also robs humanity and brudens humanity with visible and invisible consequences. 
Just like the first Christmas, humanity is always under pressuring circumstances. Christmas is delivering good news to humanity. What astonishes me about Christmas is its core message – the GOD incarnate. The Supreme Almighty God coming in meekness and humility to the world. He does not give up on humanity. He does not abandon His very disappointing creation. He comes to solve the problem to bridge the sinful humanity with the holy God. He comes because He cares. Humanity tends to misunderstand and misjudge Him but He suffers with humanity humbly and silently. The way God delivers humanity from suffering is to firstly suffer together with humanity and provides a promise that He will completely deliver humanity from suffering when He returns. He is Faithful!

Kekuatan Kelemahlembutan - Bilangan 12